Minggu, 27 Februari 2011

[Fanfic] Why I Love You part. 1


Author                    : Megi Kato
Genre                     : Romantic
Title                         : Why I Love You
Main character  : Super Junior Donghae and Kato

 “Donghae, kenapa lagi kamu?” tanya Leeteuk.
Sebelum menjawab, Donghae sudah keburu pingsan. Hal ini benar-benar gawat karena sebentar lagi mereka akan live show.
“Siwon, Hyuk Jae, cepat bantu aku. Badannya berat sekali!!”
Siwon dan Eunhyuk pun datang menolong. Tak lama Manajer mereka pun datang untuk memastikan kalau mereka sudah siap sebelum show dimulai. Wajahnya yang tadi berbinar, sekarang berubah seratus delapan puluh derajat menjadi masam.
Musen illissoyo?” ujar Manajer.
Siwon mencoba untuk menenangkan, “Mungkin Donghae Hyung kumat lagi! Karena kata Leeteuk Hyung, tadi dia memegang dadanya lagi lalu pingsan.”
“Mungkin dia memang butuh perawatan!” cetus Eunhyuk.
Seketika semua mata memandang Eun hyuk. Eun Hyuk yang merasakan hal itu, sontak saya jadi merasa aneh.
“Apa ada yang salah?” tanya Eunhyuk.
Leeteuk menghampirinya, “Mungkin kali ini kamu benar.”
Donghae memang memiliki kelainan pada jantungnya. Setiap kali kecapekan, hal ini yang terjadi padanya dan membuat para Hyung dan member yang lain cemas. Beberapa minggu lalu, Donghae check up bersama Leeteuk. Dokter pun menyatakan kalau Donghae harus dirawat di Rumah Sakit karena kondisinya melemah. “Ahjussi, aku akan baik-baik saja” selalu itu yang diucapkannya kepada Dokter yang sudah dua puluh lima tahun merawatnya. Memang lima tahun lalu donghae sudah menjalani cangkok jantung, tapi hal itu tidak menjamin kerja jantungnya bisa seperti orang normal lainnya.
Ambulance sudah tiba dan Donghae segera dibawa ke Rumah Sakit. Show malam ini, dipastikan tanpa Donghae. Hanya Manajer yang menemaninya karena member yang lain harus show malam ini.
“Annyeong? Suki… Ayo kita main!” seseorang mengetuk pintu kamar Donghae.
“Siapa kamu?” Tanya Donghae.
Bukannya menjawab, cewek itu malah masuk ke dalam. Ia terus mencari orang yang bernama Sunny.
“Oppa, kamu lihat Suki nggak? Hari ini sangat cerah, aku ingin mengajakanya bermain.”
Donghae pun gak tau menau dan sekarang ia bingung. Lalu ia memutuskan memanggil ganosa saja dan ia memencet bel, tak lama kemudian seorang ganosa pun datang.
“Apa ada masalah denganmu?” Sapa si Perawat.
Ajumma tolong bantu wanita yang ada di kamar saya, supaya dia bisa meninggalkan tempat kamar saya!” pintanya agak kesal.
Ganosa itu pun sedikit mengintip ke dalam kamar Donghae, “Kato? Pasti dia mencari Suki. Kato!”
Kato pun menoleh. “Ajumma Lee, Suki kok gak ada ya? Apa dia di pindah?”
“Kato,” si Ganosa memasang wajah prihatin. “Suki kan sudah pulang kemarin. Kalau dia ada waktu pasti mengunjungimu.”
“Oh iya, ya! Aku lupa kalau dia sudah pergi. Ayo Ajumma, antar aku ke kamar.”
Kato seorang gadis berkaca mata dengan sebuah buku berwarna biru yang ia bawa. Sebenarnya ia memiliki mata yang indah jika tanpa kaca mata. Ia mengenakan piama berbentuk kelinci merah muda. Donghae pun merasa aneh dengan ‘pemandangan’ yang barusan ia lihat. Tak lama, ponselnya berdering.
“Halo, Hyung! Bagaimana konser semalam? Pasti berjalan baik tanpa aku,”
Kamu ini bagaimana? Kami ini tidak akan pernah sempurna jika salah satu dari kita itu tidak hadir. Termasuk kamu! Sekarang bagaimana keadaanmu?
“Baik-baik saja, mungkin besok aku bisa pulang.”
“Baiklah nanti kami akan mengunjungi mu! Jaga dirimu baik-baik.”
Seseorang mengetok pintu lagi. “Suki, kau tau scrap book ku tida, Suki, Suki!!”
“Hei kamu mau apa lagi ke sini? Kau pasti ingin mencari perhatianku kan karena aku Super Junior Donghae! Iya kan!!!” bentak Donghae.
“Siapa yang mencarimu? Aku ingin bertemu Suki, barangkali ia tahu scrap book ku! Lagian kenapa kamu di kamar Suki? Kau pasti ingin menculiknya kan?”
“Aigo!” desahnya. “Ada juga gadis gila seperti kau!”
“Nah, itu!!” Kato pun masuk ke kamar Donghae. Ia menggambil buku biru yang tadi tertinggal di sebuah meja kecil. Kato pun meninggalkan kamar Donghae.
***
“Hey Hyung, tak kusangka kau memiliki dua kepribadian!” cetus Kyuhyun.
Seluruh member Super Junior mengunjungi Donghae malam itu. Dan mereka sangat cemas.
“Gaem, apa maksudmu?” tanya Donghae kepada Kyuhyun.
“Oppa, aku sendiri tak tau seberapa besar aku sayang kepadamu. Namun yang jelas, setiap aku menontonmu di TV, aku bagaikan mentega di atas perapian. Oppa, aku ingin kamu selalu di otakku. Aku gak mau ingatan tentang kamu, berakhir begitu saja!! Oppa saranghae…” Kyuhyun membaca tulisan di selembar foto Donghae.
“Coba sini lihat!” Donghae merebutnya. “Ini bukan tulisanku! Pasti seorang fansku, tulisannya begitu rapi. Seperti tulisan wanita. Hey Gaem!! Lagian aku bukan orang yang memiliki kepribadian ganda!!!”
Member Super Junior harus segera pulang karena sebentar lagi mereka harus mengisi sebuah acara TV. Donghae pun menemui ganosa sambil membawa fotonya itu.
Ajumma, apa tadi ada orang ke kamarku? Mungkin saat aku tertidur?”
“Kan ada member Super Junior, teman-temanmu itu!”
“Aniaa… Sebelum itu!!”
“Sebelumnya kan hanya Kato dan aku!”
Ajumma?  Ajumma Lee fans saya ya? Ini ketinggalan,” Donghae menyerahkan fotonya. “Ajumma kan sudah tua, jangan panggil aku oppa dong! Aku kan masih dua puluh lima tahun!”
“Anak itu pasti menjatuhkannya lagi!”
“Ha? Siapa?”
“Siapa lagi kalau bukan Kato! Dia itu fans mu!”
“Tapi…”
Ganosa itu pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Kato dan semua hal yang tertulis di foto Donghae itu.
“Dia sudah lebih dari setahun dirawat di sini, kondisinya naik turun. Maka dari itu keluarganya menitipkannya di sini. Sampai-sampai dia itu sudah aku anggap seperti anak sendiri.”
“Memangnya Kato sakit apa?”
Si Perawat menarik nafas sejenak. “Alzheimer. Dia akan lupa apa yang dia lakukan sekarang. Bahkan bisa-bisa dia akan lupa pada dirinya sendiri. Scrap book itu berisi semua hal yang ia ingin ingat.”
“Kasihan juga ya! Lalu Suki itu siapa?”
“Suki itu penderita leukemia. Dia juga lama di sini, tapi beberapa minggu yang lalu dia mendapat donor sumsum tulang belakang. Mereka berdua sangat akur. Suki itu seperti memorinya Kato. Jadi mereka itu selalu bersama.”
“Kya~~ Donghae Oppa!! Benarkah itu Donghae?” seseorang tiba-tiba histeris.
“Suki?” panggil Ajumma.
“Ajumma, ini benarn Donghae? Kato mana? Kato pasti senang sekali!!! Aku panggil Kato dulu ya!”
“Suki, titip ini!” Perawat itu menyerahkan foto Donghae.
Ajumma, saya masuk ke kamar ya! Kalau Kato mau menemui saya, di kamar saja!” ujar Donghae
***
“Ya ampun Suki!! Aku kangen kamu!” Kato memeluk Suki.
Suki menyerahkan foto Donghae. “Kato ini, foto namja kamu jatuh di depan kamar!”
“Wah, gomawo kamu temukannya. Kalo sampai hilang, bisa sedih tujuh hari tujuh malam!”
Aku ada kejutan besar buat kamu!” bisik Suki. “Tapi jangan sampai pingsan  kalo tau kejutannya!”
“Shiro! Aku mau terapi dulu! Biar aku bisa ingat terus sama kamu dan sama Donghae. Supaya pas nanti aku ketemu sama dia, aku inget buat foto-foto sama dia!”
“Gak perlu!” Suki pun menarik tangan Kato.
“Ajumma, mana orangnya?” tanya Suki ketika di ruang jaga perawat.
“Katanya langsung aja ke kamar kamu dulu, Suki!”
“Ajumma, Suki-ah! Kalian menyiapkan? Apa hari ini aku ulang tahun? Kenapa aku lupa lagi ya?” Kato semakin bingung sekaligus penasaran.
“Ulang tahun kamu itu masih lama! Tapi aku yakin hari ini adalah hari spesial kamu!”
Mereka pun melewati lorong rumah sakit yang khas dengan warna putihnya. Lampunya sangat terang, sehingga jalannya terlihat jelas meskipun agak sempit.
“Annyeonghaseyo, Oppa? Suki datang! Oh ya, ada Kato juga!”
Donghae pun membukakan pintu. Senyumnya merekah kepada Kato dan Suki. Kato kaget sekali, sesekali ia mengucek matanya karena tidak percaya akan hal ini. Lalu ia memasang kaca matanya lagi.
“Suki, orang ini mirip banget sama Donghae!”
“Hush, ini Donghae beneran!” bisiknya pelan.
Oso oseyo.. Kalian masuk dulu ya! Gak enak kan, berkunjung tapi di luar seperti ini
“Umm… gimana kalo kalian foto dulu! Aku yang foto kalian!” Suki menawarkan.
Donghae pun mengiyakan.
“Kato, Donghae Oppa, kelihatannya aku harus pulang. Aku nggak boleh kecapekan! Kalian ngobrol banyak ya!”
“Suki-ah!!” panggil Kato, tapi Suki sudah keburu pergi dan mengacuhkannya.
“Gimana? Kamu jadi gak ngobrol sama aku? Kalau gak jadi gak pa pa juga sih, tapi aku punya sesuatu special loh!” goda Donghae.
Pipi Kato pun memerah, “Oppa, kuharap ini bukan mimpi.”
***
“Suki, mungkin aku harus memberitahukan ini kepadamu,” Ajumma Lee menunduk sebentar.
“Kenapa ajumma? Apa ini berkaitan dengan Kato?” tanya Suki. Tadi ia hanya berbohong kalau ia mau pulang, tapi ia di ruang jaga perawat, ngobrol dengan Ajumma Lee, seorang ganosa senior di Rumah Sakit itu.
“Kato keadaannya kian menurun. Aku khawatir terhadapnya. Sudah beberapa minggu ini orang tuanya tidak menjenguknya. Maka dari itu aku juga tidak memberikan hasil catatan perkembangan terapinya. Aku takut hal ini membuatnya semakin parah.”
Mwo? Benarkah Ajumma? Tapi kelihatannya ia baik-baik saja. Lalu bagaimana ini?”
Bahkan hasil yang kemarin saja membuatku shock! Saraf otaknya ada yang mengalami kerusakan. Kalaupun ia sembuh nanti, pasti dia akan keilangan memorinya. Aish… Bahkan keluarganya seperti membuangnya.”
“Ajumma, kalau aku boleh tahu, Kenapa Donghae dimasukan ke ruang khusus? Dia tidak sakit parah kan?”
“Anak itu tak beda jauh dengan Kato. Dia itu punya penyakit jantung bawaan. Jadi, jantungnya itu tidak bisa berkembang seiring pertumbuhannya, tapi katanya dia pernah operasi cangkok tapi hal itu tak menjamin kesehatannya. Seharusnya ia harus menjalani cangkok jantung lagi.”
“Lalu kenapa tidak cangkok lagi? Masalah biaya kan tidak menjadi penghalang kan? Secara dia artis internasional! Dan uang pun tang berhenti mengalir di kantongnya, apalagi saat dia naik daun seprti ini.”
“Benar dia sangat kaya, tapi jika belum ada donor yang cocok mau bagaimana lagi? Semoga saja dia bisa bertahan sampai donor itu datang.”

bersambung....

0 komentar: